Astudestra Ajengrastrı
01 Oktober 2018•Update: 01 Oktober 2018
Merve Yildizalp
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu menyatakan harapan bahwa kunjungan kenegaraan yang baru dilakukannya ke Jerman bisa memperkuat hubungan bilateral.
"Saya percaya kunjungan kenegaraan ke Jerman akan memperkuat pertemanan Turki-Jerman di semua aspek," uajr Erdogan melalui Twitter.
Bertujuan untuk memperbaiki hubungan politik dan ekonomi dengan Berlin, Erdogan melakukan kunjungan selama tiga hari ke Jerman, pada 27-29 September lalu.
Hubungan antara Ankara dan Berlin memburuk setahun belakangan, namun beberapa bulan ini kedua negara melakukan langkah-langkah untuk memperbaikinya.
"Kami meninggalkan hubungan buruk dengan Jerman di masa lalu," ujar Erdogan.
Dia menekankan Turki telah mencabut status darurat negara setelah pemilihan presiden dan parlemen pada 24 Juni di negara itu.
Turki menyatakan keadaan darurat negara untuk pertama kalinya pada 20 Juni 2016, setelah peristiwa percobaan kudeta yang berhasil digagalkan oleh Organisasi Teroris Fetullah (FETO), yang membuat 251 orang kehilangan nyawa dan sekitar 2.200 luka-luka. Sejak itu, keadaan darurat terus diperpanjang.
Erdogan berkata sistem presidensial baru di Turki telah menunjukkan kemajuan di negara tersebut. Dia berkata reformasi untuk melanjutkan proses bergabungnya Turki dengan Uni Eropa akan berlanjut dan Turki akan memenuhi enam kriteria untuk pembebasan visa dalam waktu dekat.
"Dalam hal ini, kami membutuhkan dukungan Jerman kepada Turki," ujar dia.
Menyatakan bahwa Turki dan Jerman menginginkan hubungan ekonomi dan perdagangan yang kuat, Erdogan berkata negaranya ingin lebih memperkuat lagi hubungan ekonomi.
"Kami ingin teman-teman kami di Jerman terus memupuk kepercayaan kepada Turki, perekonomian Turki dan masa depan negara kami," tukas Erdogan.