Hayati Nupus
20 Agustus 2018•Update: 21 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengatakan hingga siang ini terdapat 10 orang tewas dan 24 orang terluka akibat gempa bumi berkekuatan 6,9 skala richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu malam pukul 19.56 WIB.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sebagian korban tewas akibat tertimpa bangunan roboh dan sebagian lainnya terkena serangan jantung karena kaget adanya guncangan keras.
“Ini data sementara, pendataan masih berlangsung, kendala listrik padam total menyebabkan komunikasi dan pendataan terhambat,” kata Sutopo, Senin.
Sutopo mengatakan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, kepolisian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia, serta relawan tengah mengevakuasi korban.
Selain itu, ujar Sutopo, enam unit fasilitas ibadah dan 151 unit rumah rusak, sebanyak 139 rumah di antaranya rusak ringan.
Gempa, ungkap Sutopo, juga merusak sejumlah jalan dan beberapa bukit longsor.
Jumlah korban jiwa tidak terlalu banyak ketimbang gempa sebelumnya, menurut Sutopo, karena saat gempa Minggu malam, masyarakat berada di luar rumah dan pengungsian.
“Rasa trauma guncangan gempa, apalagi pada Minggu siang terjadi gempa 6,5 SR di Lombok Timur menyebabkan masyarkat memilih berada di luar rumah,” kata Sutopo.
Gempa Minggu siang itu, ujar Sutopo, juga mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang terluka. Gempa itu juga mengakibatkan lima unit bangunan publik dan 1.700 unit rumah rusak, sebanyak 1.054 rumah di antaranya rusak berat.
Stok logistik, kata Sutopo, masih mencukupi karena bantuan terus berdatangan.
Gempa bumi berkekuatan 6,9 SR mengguncang Lombok pada Minggu malam 19.56 WIB. Angka ini merupakan revisi setelah sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyebutkan magnitude tersebut 7 SR.
Warga Lombok Timur dan Lombok Utara merasakan guncangan keras akibat gempa itu, dengan intensitas VI-VII MMI.
Hingga pukul 11.00WIB siang ini, gempa susulan mencapai sembilan kali.