Iqbal Musyaffa
06 Januari 2021•Update: 07 Januari 2021
JAKARTA
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan rasio utang Indonesia tahun 2020 sebesar 38,5 persen PDB masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan banyak negara yang sudah menembus di atas 100 persen PDB.
Dia mengatakan besarnya rasio utang tersebut karena upaya pemerintah di banyak negara yang membutuhkan dana besar untuk menggerakan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
“Negara-negara dengan rasio utang di atas 100 persen terhadap PDB antara lain Amerika Serikat 131,2 persen dan Prancis 118,7 persen,” ujar Menteri Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Rabu.
Selain itu, Menteri Sri Mulyani mengatakan negara dengan rasio utang yang tinggi lainnya adalah Jerman 73,3 persen terhadap PDB, China mencapai 63,3 persen, dan India sebesar 69,3 persen.
Dia menambahkan rasio utang Indonesia juga relatif lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Singapura yang sebesar 131,2 persen PDB, Malaysia 67,6 persen PDB, dan Thailand 50,4 persen.
Rasio utang Indonesia juga di bawah Filipina yang sebesar 48,9 persen dan Vietnam 46,6 persen terhadap PDB.
“Ini situasi yang kita hadapi, namun Indonesia akan terus keep up untuk selalu relatif lebih baik merespons dengan lebih efektif sehingga perekonomian dan masyarakat kita bisa bangkit kembali,” tambah Menteri Sri Mulyani.