20 Juli 2017•Update: 21 Juli 2017
Murad Temizer
ANKARA
Proyek pipa gas alam TurkStream menunjukkan kemajuan pesat pada 2017, menurut laporan gas alam terbaru dari International Energy Agency (IEA).
“Proyak pipa gas TurkStream yang menghubungkan Rusia dengan Turki melalui Laut Hitam dipercaya mengalami kemajuan yang pesat, setelah ratifkasi perjanjian-perjanjian yang relevan dan penandatanganan kontrak pemasangan pipa gas pada 2016,” kata IEA.
Lembaga tersebut mengatakan pembangunan pipa gas mulai pada Mei 2017 dan diharapkan rampung akhir 2019.
Mereka memastikan Turki adalah importir terbesar kedua gas bumi Rusia dengan jumlah impor sebesar 27 milyar meter kubik setiap tahunnya, dan memenuhi lebih dari 55 persen kebutuhan domestik
Bagi Rusia, penjualan gas bumi ke Turki merepresentasikan 17 persen dari ekspor mereka ke Eropa.
Jalur pertama proyek itu akan memasok 15,75 milyar meter kubik gas bumi ke Turki. Jalur itu juga akan menggantikan rute sebelumnya yang memasok gas bumi ke Turki melalui Ukraina.
“Jalur kedua mungkin dibangun melalui rute Uni Eropa dan bisa memasok gas bumi pada negara-negara Eropa,” lapor IEA.