Shweta Desai
27 Juni 2022•Update: 28 Juni 2022
PARIS
Prancis kemungkinan akan membuka kembali pembangkit listrik tenaga batu bara untuk mengatasi krisis energi yang dipicu oleh perang Rusia-Ukraina, berita radio RTL melaporkan pada Minggu.
Kementerian Transisi Energi telah mengusulkan untuk memulai kembali pembangkit listrik Emile Huchet di Saint-Avold (Moselle) "sebagai tindakan pencegahan, mengingat situasi Ukraina," kata laporan itu.
Kementerian memasukkan opsi "mengoperasikan pembangkit listrik Saint-Avold selama beberapa jam lagi jika kita membutuhkannya musim dingin mendatang."
Pembangkit ini akan menghasilkan sekitar 1persen dari listrik negara.
Awalnya pembangkit ini terdiri dari enam unit berbahan bakar batu bara yang hanya satu, menghasilkan 647 megawatt, beroperasi hingga Maret 2022.
Pembangkit listrik Cordemais di Loire-Atlantique adalah pembangkit listrik tenaga batu bara terakhir yang tetap beroperasi dan kemungkinan akan aktif hingga 2024.
Paris telah berkomitmen pada kebijakan "nol batu bara" dengan menutup semua pembangkit listrik tenaga batu bara pada tahun ini. Namun, krisis energi yang dipicu oleh perang Rusia di Ukraina menempatkan pasokan listrik dalam risiko dan menaikkan harga bahan bakar.
Electricite de France (EDF) milik negara menghadapi krisis listrik dengan output produksi tenaga nuklir yang lebih sedikit. Saat ini, kapasitas produksi nuklir berada di 76 persen karena setidaknya selusin dari 56 reaktor ditutup untuk pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan.
Untuk menghindari pemadaman listrik selama musim dingin, ketika konsumsi listrik paling tinggi karena kebutuhan pemanas yang meningkat, kementerian beralih kembali ke tenaga batu bara.
Prancis memperoleh 70 persen kebutuhan listriknya dari tenaga nuklir. Pembangkit listrik tenaga batu bara ditutup karena memancarkan 70 kali lebih banyak karbondioksida daripada pembangkit nuklir.
Di bawah aturan iklim dan energi yang diperkenalkan pada 2019, pembangkit listrik tenaga batu bara dapat beroperasi hingga 700 jam per tahun. Mengingat krisis energi, aturan operasional dilonggarkan untuk Januari dan Februari, memungkinkan pembangkit batubara bekerja hingga 1.000 jam per tahun.
Dalam paket sanksi kelima, UE telah segera melarang impor batu bara Rusia.
Prancis hanya menghasilkan 1 persen listriknya dari batu bara, 69 persen dari tenaga nuklir, 12 persen dari hidrolika, 10 persen dari tenaga angin, dan 6 persen dari gas.