Muhammad Nazarudin Latief
21 April 2018•Update: 22 April 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menjelaskan pergantian Elia massa manik sebagai Direktur Utama Pertamina sebagai upaya mempercepat implementasi BUMN holding minyak dan gas.
“Dewan Komisaris dan direksi telah melakukan kajian implementasi yang komprehensif dan telah disampaikan kepada Menteri BUMN,” ujar Fajar, pada siaran persnya, Jumat.
Dewan Komisaris, menurut Fajar juga mempertimbangkan kondisi Pertamina terkini, termasuk kejadian kebocoran pipa di Balikpapan, perkembangan proyek kilang dan kondisi keuangan perusahaan.
“Kementerian BUMN memutuskan melakukan penyegaran terhadap susunan direksi Pertamina, termasuk Direktur Utama,” ujar dia.
Selain Elia, Dewan Direksi juga memberhentikan M. Iskandar sebagai Direktur Pemasaran Korporat, Toharso sebagai Direktur Pengolahan, Dwi W Daryoto sebagai Direktur Manajemen Aset dan Ardhy N Mokobombang sebagai Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia.
Kursi direktur utama, yang ditinggalkan Elia untuk sementara diganti oleh Nicke Widyawati selaku Direktur SDM.
Menurut Fajar, sebagai BUMN, Pertamina memiliki dua peran penting dalam pembangunan. Pertama sebagai agen pembangunan yang berperan penting dalam melaksanakan berbagai Proyek Strategis Nasional, memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kedua, berkontribusi dalam bentuk penciptaan keuntungan dan setoran pajak kepada negara.
“Pertamina bukan hanya mencari keuntungan semata namun menyediakan kebutuhan dan pelayanan masyarakat dari Sabang hingga Merauke secara berkeadilan," kata Fajar.
Para Pejabat yang dicopot itu diganti oleh Budi Santoso Syarif sebagai Sebagai Direktur Pengolahan, Basuki Trikora Putra sebagai Direktur Pemasaran Korporat, Masud Hamid sebagai Direktur Pemasaran Retail, Haryo Junianto sebagai Direktur Manajemen Aset, Heru Setiawan sebagai Direktur Mega Proyek dan Pengembangan Petrokimia, kemudian Gandhi Sriwidjojo sebagai Direktur Infrastruktur.