İqbal Musyaffa
09 Agustus 2018•Update: 09 Agustus 2018
Iqbal Muyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia dan Reserve Bank of Australia sepakat untuk memperpanjang kerja sama antara kedua bank sentral untuk Bilateral Local Currency Swap Agreement (BCSA).
Kerja sama ini akan berakhir Desember 2018.
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan resmi, Kamis, mengatakan, sebagaimana perjanjian sebelumnya, perjanjian kerja sama BCSA yang berlaku efektif selama tiga tahun ini memungkinkan swap mata uang lokal antara kedua bank sentral senilai 10 miliar dolar Australia atau Rp100 triliun.
“Kesepakatan tersebut dilakukan di tengah rangkaian pelaksanaan pertemuan gubernur bank sentral Executives’ Meeting of East Asia-Pacific (EMEAP) di Manila, pada 5 Agustus 2018,” ujar dia.
Perry menilai, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia yang berkelanjutan untuk mendorong perdagangan bilateral, khususnya untuk menjamin penyelesaian transaksi perdagangan dalam mata uang lokal antara kedua negara.
“Perpanjangan perjanjian kerja sama ini juga mencerminkan penguatan kerja sama keuangan antara Indonesia dan Australia melalui penggunaan mata uang masing-masing negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan mata uang tertentu,” imbuh Perry.
Upaya tersebut menurut dia, juga merupakan bagian dari inisiatif pendalaman pasar keuangan dalam rangka mendukung ketahanan perekonomian Indonesia..