Nani Afrida
21 Januari 2021•Update: 21 Januari 2021
John Cassim
HARARE, Zimbabwe
Zimbabwe akan membatasi jumlah pegawai negeri yang bekerja di kantor menjadi 10 persen, menyusul kematian dua menteri akibat Covid-19.
“Dari 21 Januari 2021 hingga 3 Februari 2021, semua kementerian, departemen dan lembaga pemerintah akan mengoperasikan hanya 10 persen dari staf mereka.” bunyi peraturan tersebut.
“Sisanya akan bekerja dari rumah, dan ini kemungkinan akan mempengaruhi layanan yang diterima publik,” Nick Mangwana, Sekretaris Tetap Kementerian Penerangan, mengumumkan di media sosial Twitter.
Khusus pekerja kesehatan harus tetap melapor untuk bertugas .
Virus korona telah menginfeksi 28.675 orang dan menewaskan 825 orang pada 19 Januari di negara tersebut.
Pembatasan tersebut dikeluarkan pada Rabu, beberapa jam setelah meninggalnya Menteri Luar Negeri Sibusiso Moyo dan beberapa hari setelah meninggalnya Ellen Gwaradzimba, Menteri Negara Provinsi Manicaland.
Kematian Moyo mengguncang pemerintahan, mendorong Presiden Emmerson Mnangagwa untuk mempersingkat cutinya di Januari.
Zimbabwe telah berjuang melawan lonjakan Covid-19 yang mematikan sejak awal tahun, memaksa pihak berwenang untuk memberlakukan kembali lock down kawasan selama 30 hari.
Pelaku pesebaran Covid-19 termasuk penyelenggara pertemuan besar ditangkap dan dipenjara sejalan dengan undang-undang COVID-19 yang baru di negara tersebut.