Pizaro Gozali Idrus
21 Januari 2021•Update: 22 Januari 2021
JAKARTA
Presiden Singapura Halimah Yacob dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong menulis surat ucapan selamat kepada Presiden AS Joe Biden pada pelantikannya pada Rabu.
Dia juga mencatat "persahabatan yang panjang dan abadi" antara Singapura dan AS.
“Hubungan bilateral antara kedua negara terus berkembang selama bertahun-tahun. Ikatan multi-sektor kami mencakup bidang pertahanan dan keamanan, ekonomi, dan people-to-people. Militer kita berbagi sinergi yang kuat, berlatih bersama dan berpartisipasi dalam pertukaran secara teratur,” kata Halimah.
Sementara Lee mengatakan kepemimpinan kuat AS yang kuat sangat menentukan bagi pemulihan kolektif dunia pasca-Covid-19.
"Singapura telah lama menjadi mitra strategis, pertahanan dan ekonomi Amerika Serikat," kata Lee.
Lee mengatakan Biden dapat terus mengandalkan Singapura sebagai teman dan mitra yang konsisten dan dapat diandalkan.
“Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda untuk memperkuat keterlibatan Amerika di Asia dan ASEAN,” ujar Lee.
“Saya berharap Anda dan pemerintahan Anda sukses di masa depan, dan saya berharap dapat bertemu dengan Anda pada kesempatan paling awal di Singapura atau Washington DC."
Sebelumnya, Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris secara resmi dilantik dalam upacara yang dijaga ketat di Gedung Capitol Hill pada Rabu malam waktu Indonesia.
Biasanya ratusan ribu orang menghadiri upacara setiap empat tahun sekali itu, tetapi tahun ini masyarakat diminta untuk merayakannya di rumah ketika Amerika Serikat (AS) terus berhadapan dengan pandemi virus korona, yang telah merenggut lebih dari 400.000 nyawa di negara itu.
Keamanan untuk upacara itu diperketat dengan 25.000 pasukan Garda Nasional di ibu kota Washington untuk mengamankan kota setelah mantan pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Capitol pada 6 Januari untuk menggagalkan pengangkatan Biden.
Usai dilantik Biden langsung menjalankan tugas menjadi presiden AS sampai Januari 2025 mendatang. Dia akan memimpin AS bersama Wapres Kamala Harris.