Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 September 2018•Update: 07 September 2018
Adham Kako
ANKARA
Badan pertahanan sipil Suriah White Helmets, yang telah menyelamatkan nyawa puluhan ribu warga sipil dari serangan rezim Bashar al-Assad dan pendukungnya, terus menjadi pendukung signifikan bagi rakyat Suriah meskipun banyak disinformasi disebarkan oleh rezim Assad.
White Helmets, yang terdiri dari 3.000 lebih warga Suriah dari berbagai jenis pekerjaan, didirikan pada tahun 2013.
Tim-tim dari badan pertahanan sipil ini, yang dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian 2016, melakukan upaya pencarian dan penyelamatan, sambil memberikan layanan publik kepada masyarakat di saat yang sama.
Mereka juga memberikan informasi keapada orang-orang di wilayah tersebut mengenai ranjau, bahan peledak improvisasi dan pembersihan bom yang tidak meledak.
Hingga saat ini, mereka telah menyelamatkan setidaknya 115.000 warga sipil dari puing-puing sisa serangan bom rezim Assad dan pendukungnya.
White Helmets, yang bekerja dengan penuh semangat untuk menyelamatkan nyawa rakyat Suriah, telah kehilangan 255 pekerja hingga hari ini.
Mereka termasuk 230 relawan wanita.
Pada 2013, tim White Helmets dilatih oleh Asosiasi Penyelamat dan Penelusuran Turki, AKUT.
Badan pertahanan sipil yang telah membuktikan serangan serta kejahatan rezim dan pendukungnya ini telah terkena kampanye kotor baru-baru ini.
"Kami buktikan kejahatan mereka, sekarang kami diincar"
Berbicara kepada Anadolu Agency, direktur White Helmets Raed Saleh mengatakan bahwa satu-satunya tujuan mereka di Suriah adalah untuk membantu warga sipil dan mereka tidak memiliki hubungan dengan institusi militer atau politik sejak didirikan.
Saleh mengatakan mereka telah diincar karena mendokumentasikan kejahatan rezim Assad dan pendukungnya dengan bukti.
"Rezim Assad dan pendukungnya, yang takut dan menahan diri dari kehadiran kami di Suriah, telah mulai meluncurkan kampanye sistematis di media," katanya, menambahkan bahwa mereka menggunakan cara ini untuk membuat bukti-bukti kejahatan mereka tidak kredibel, tetapi mereka gagal.
“Mereka sering kali mengaitkan kami dengan anggota organisasi radikal dan terkadang dengan intelijen barat dan internasional. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak punya bukti di tangan mereka, ”kata Saleh.
"Kami akan terus berdiri bersama korban melawan algojo"
Direktur lembaga, Saleh berkata, “Kami adalah pemuda Suriah, kami melayani orang-orang Suriah. Kami akan terus berdiri bersama korban dalam melawan algojo (Assad). "
Mengingatkan bahwa mereka melakukan kerja sama dengan dewan lokal di berbagai daerah, dia mengatakan, “Kami juga terlibat dalam penyediaan layanan seperti perbaikan jalan, pemadaman kebakaran, listrik dan air.
"Upaya kami diapresiasi oleh masyarakat internasional."
Dia mengatakan bahwa tujuan utama mereka adalah membantu warga sipil.
Saleh juga menambahkan bahwa mereka memulai kembali upaya mereka di provinsi Afrin, barat laut Suriah, yang telah dibersihkan dari teroris YPG / PKK dengan Operasi Ranting Zaitun Turki.
Dia mengatakan bahwa mereka sedang melakukan upaya bersama dengan Tim Penanggulangan Bencana dan Keadaan Darurat (AFAD) Turki dan Bulan Sabit Merah (Kizilay) Turki.
Selain sejumlah daerah di bawah kendali kelompok-kelompok oposisi di Suriah utara, White Helmets juga melayani warga sipil di wilayah operasi anti-teror Perisai Eufrat dan Ranting Zaitun Turki.
Menurut PBB, Suriah baru saja mulai bangkit dari perang saudara yang menghancurkan yang dimulai pada 2011. Sejak itu, ratusan ribu orang tewas dalam konflik dan jutaan lainnya mengungsi.