06 Juli 2017•Update: 07 Juli 2017
KABUL AFGANISTAN
Seorang wanita dan seorang anak tewas saat roket menghantam rumah mereka di ibukota Afghanistan, Kabul.
"Sebanyak dua roket menghantam lingkungan perumahan Neyaz Beck di distrik Kepolisian Kelima. Seorang wanita dan seorang anak menjadi martir dalam serangan tersebut ", kata Najib Danish, juru bicara Kementerian Dalam Negeri, kepada Anadolu Agency, Rabu waktu setempat.
Menurut Najib, polisi sudah tiba di lokasi untuk menyelidiki kejadian tersebut.
Jumlah korban sipil di Afghanistan bertambah dalam beberapa bulan terakhir ini.
Menurut laporan resmi, selama bulan suci Ramadhan saja, sebanyak 231 warga sipil tewas dalam serangan teroris di ibukota Kabul, Paktia, Khost dan provinsi Herat.
Jumlah tersebut juga termasuk korban dalam pemboman truk tanggal 31 Mei 2017 lalu di Kabul yang menewaskan 150 orang.
Ranjau darat merupakan penyebab utama korban sipil lainnya. Dalam dua bulan terakhir, 29 warga sipil tewas dalam empat insiden saat mobil mereka menabrak ranjau darat.
Pada bulan Februari 2017, Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) mengatakan dalam laporan tahunannya bahwa orang-orang sipil kembali menjadi korban kekerasan di Afghanistan pada tahun 2016. Sebanyak 3.498 orang yang tewas adalah anak-anak.
Menurut laporan tersebut, ada total 11.418 korban sipil yang terkait dengan konflik, termasuk 3.498 orang tewas dan 7.920 orang terluka pada 2016. Dari jumlah tersebut, 3.512 adalah anak-anak - 923 orang tewas dan 2.589 terluka, dimana naik hingga 24 persen dari angka sebelumnya.