Melike Pala
27 Juni 2026•Update: 27 Juni 2026
Uni Eropa mengerahkan bantuan darurat ke Venezuela setelah dua gempa besar mengguncang negara itu pada 24 Juni dan menyebabkan banyak korban jiwa serta kerusakan luas, kata Komisi Eropa pada Jumat.
Dalam pernyataannya, Komisi Eropa menyebut delapan negara anggota, yakni Republik Ceko, Spanyol, Italia, Prancis, Luksemburg, Jerman, Portugal, dan Belanda, telah memobilisasi bantuan melalui Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa, termasuk tim pencarian dan penyelamatan, tenaga medis, serta berbagai peralatan.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan solidaritas kepada Venezuela dan menegaskan Uni Eropa berdiri bersama negara tersebut "di tengah tragedi dan bencana besar ini."
"Venezuela tidak sendirian," kata von der Leyen.
Hingga saat ini, lebih dari 520 personel tanggap darurat dari negara-negara anggota yang berpartisipasi telah dimobilisasi.
Italia mengirim tim medis, sementara Luksemburg menyediakan peralatan telekomunikasi, perlindungan darurat, dan perlengkapan energi.
Uni Eropa juga mengaktifkan layanan satelit Copernicus dalam mode pemetaan darurat untuk mendukung operasi penanganan bencana di lapangan.
Layanan Manajemen Darurat Copernicus memanfaatkan citra satelit dan data geospasial untuk membantu otoritas dalam merespons bencana alam dan krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia.
Komisi Eropa menyatakan siap memberikan dukungan tambahan sesuai perkembangan situasi di Venezuela.
Sementara itu, Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan jumlah korban tewas akibat dua gempa besar tersebut telah meningkat menjadi 589 orang, sedangkan jumlah korban luka mencapai 2.980 orang.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung di berbagai wilayah Venezuela, sementara otoritas mengkhawatirkan jumlah korban tewas dan luka akan terus bertambah.