11 Juli 2017•Update: 12 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Ulama dan da’i dari Indonesia, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika akan bertemu untuk menjalin silaturahim dan membahas berbagai permasalahan umat dalam ajang pertemuan di Padang, Indonesia pada 17 hingga 20 Juli mendatang.
Menurut Ketua Panitia Multaqo dari Yayasan Al-Manarah Al-Islamiyah, Umar Makka, konferensi ulama dan da’i kali ini merupakan pertemuan tahun ketiga setelah pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 di Bandung dan 2016 di Sentul.
“Konferensi ini akan diikuti oleh ulama dari Indonesia, negara-negara Asia Tenggara, India, Srilanka, ulama dari Saudi, negara Timur Tengah lainnya, dan juga Sudan dengan total sekitar 400 ulama yang hadir,” ujar dia kepada Anadolu Agency, Selasa (11/7).
Pertemuan tersebut juga akan dihadiri oleh Imam Masjidil Haram dan Qari asal Mesir Syeikh Abdullah Kamil. Tujuan utama konferensi ini untuk merapatkan barisan umat Islam dan menguatkan silaturahim serta ukhuwah antara da’i dan ulama.
Saat ini terdapat banyak perselisihan dan perpecahan di kalangan ulama yang membuat umat bingung dalam menyikapi suatu permasalahan. Oleh karena itu, hubungan antar ulama di berbagai belahan dunia perlu diperkuat.
“Dalam pertemuan nanti juga akan disusun strategi dakwah bersama yang akan dibahas dalam forum diskusi. Selain itu juga akan ada pembekalan kepada para da’i. Sebagai ujung tombak transfer ilmu dan pengetahuan kepada umat, ilmu dan pemahaman para da’i terkait permasalahan terkini juga perlu ditingkatkan,” paparnya.
Ajang pertemuan ulama dan da’i ini terselenggara atas inisiasi beberapa ulama Indonesia yang melakukan pertemuan dengan Syeikh Khalid Al-Hamudi asal Jeddah. Ia adalah Ketua Yayasan Al-Manarah Al-Islamiyah yang melihat pentingnya ajang silaturahim untuk memperkuat barisan antar ulama dan meminimalisasi perselisihan.