11 Juli 2017•Update: 13 Juli 2017
Zakaria al-Kamali
SANAA
Setidaknya 1.732 orang kehilangan nyawa sejak April lalu akibat wabah kolera di daerah perang Yemen, kata Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Secara keseluruhan, sebanyak 313.538 kasus yang dicurigai sebagai kolera ditemui di 21 provinsi Yaman, ujar WHO pada Selasa.
Provinsi di barat laut Yaman, Hajjah, adalah daerah yang paling parah terkena wabah, sementara kawasan Socotra yang terletak di sebelah selatan hingga kini menjadi satu-satunya wilayah di Yaman yang belum terkena penyebaran epidemi kolera.
Beberapa wilayah miskin Yaman berubah menjadi zona perang sejak 2014, ketika pemberontak Houti menduduki sebagian besar negara tersebut, termasuk ibu kota Sanaa.
Pada 2015, Saudi Arabia dan sekutu Arab lainnya meluncurkan serangan udara kepada militer Houti untuk membantu pemerintahan resmi Yaman.
Menurut PBB, lebih dari 10.000 orang menjadi korban tewas dalam perang, sementara lebih dari 11 persen dari penduduk Yaman meninggalkan negara sebagai pengungsi lantaran konflik tersebut.