11 Juli 2017•Update: 12 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam konferensi tingkat menteri OKI di Abidjan, Pantai Gading, menekankan bahwa anggota OKI memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan generasi muda Islam mengerti pentingnya perdamaian, stabilitas dan dialog dalam menyelesaikan perbedaan.
Dalam pertemuan tersebut, Retno juga menyampaikan generasi muda yang merupakan mayoritas di negara-negara Islam, dapat memainkan peran penting dalam membangun dunia Islam yang lebih baik.
Dalam kaitan ini, OKI memiliki tanggung jawab untuk tidak saja menanamkan moral, etika serta nilai-nilai toleransi dan budaya damai, namun juga menciptakan kondisi kondusif bagi generasi muda Islam untuk berkembang.
“Dengan moral, etika, dan nilai-nilai yang tinggi generasi muda Islam tidak saja dapat memajukan peradaban Islam, tapi juga peradaban dunia,” tutur Menlu Retno.
Lebih lanjut Menlu RI mendorong agar generasi muda Islam di seluruh dunia bersatu dengan selalu mengedepankan semangat Ukhkuwah Islamiyah.
Menlu RI menyampaikan kesedihan melihat berbagai konflik di antara negara Islam saat ini. Konflik diantara negara OKI hanya menguntungan pihak-pihak yang tidak ingin melihat dunia Islam bersatu dan maju.
Oleh karena itu, Menlu RI mengajak negara-negara OKI untuk meningkatkan rasa persaudaraan, menyatukan energi guna meningkatkan kerja sama, khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Menlu RI juga menekankan pentingnya negara-negara OKI membangun dan perkuat kebiasaan dialog dalam menyelesaikan perbedaan dan konflik.
“Indonesia telah dan akan terus membangun kondisi yang kondusif agar terciptanya dialog untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di dunia, khususnya di negara-negara Islam,” jelas Menlu Retno.