Sercan İrkin
16 April 2026•Update: 16 April 2026
Para pemimpin dunia dan pejabat tinggi dari berbagai negara dijadwalkan berkumpul di Turkiye pada 17–19 April dalam Forum Diplomasi Antalya ke-5, yang tahun ini berfokus pada upaya menghadapi ketidakpastian global.
Forum internasional yang digelar di kota pesisir selatan Antalya itu berlangsung di bawah naungan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Turkiye, dengan mengusung tema “Mapping Tomorrow, Managing Uncertainties,” menurut sumber diplomatik.
Lebih dari 150 negara diperkirakan akan berpartisipasi, termasuk lebih dari 20 kepala negara dan pemerintahan serta hampir 15 wakil pemimpin. Selain itu, lebih dari 50 menteri dijadwalkan hadir, lebih dari 40 di antaranya merupakan menteri luar negeri, bersama perwakilan dari 75 organisasi internasional.
Forum ini juga akan dihadiri lebih dari 460 peserta tingkat tinggi serta hampir 5.000 pengunjung, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa.
Sekitar setengah dari peserta kepala negara diperkirakan berasal dari Afrika dan Eropa. Sementara itu, sekitar 40 persen menteri luar negeri yang hadir berasal dari Afrika, 35 persen dari Eropa, dan 22 persen dari Asia.
Forum tersebut akan menghadirkan lebih dari 40 panel dan kegiatan, termasuk diskusi tingkat pemimpin. Berbagai sesi akan membahas isu-isu yang dipengaruhi dinamika politik, ekonomi, lingkungan, dan teknologi, dengan penekanan pada meningkatnya ketidakpastian dan transformasi sistem global.
Seluruh rangkaian acara akan disiarkan langsung melalui situs resmi forum dan platform media sosial, serta sebagian sesi juga ditayangkan oleh penyiar publik Turkiye, TRT.
Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan dijadwalkan menghadiri sejumlah pertemuan di sela forum, termasuk Pertemuan Menteri Luar Negeri Platform Perdamaian Balkan ke-3, sesi mengenai Gaza, pertemuan informal para menteri luar negeri Organisasi Negara-negara Turkik, serta pertemuan Turkiye-Pakistan-Arab Saudi-Mesir.