Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Oktober 2018•Update: 17 Oktober 2018
Zuhal Demirci
ANKARA
Menyusul izin untuk pencarian Konsulat Saudi di Istanbul, pejabat Turki dan Saudi akan menggeledah kediaman konsul Saudi terkait kasus seorang jurnalis yang hilang.
Pencarian itu dimaksudkan untuk mengungkap kasus hilangnya Jamal Khashoggi, seorang kolumnis Washington Post yang belum terlihat sejak dia memasuki konsulat Saudi pada 2 Oktober, kata pejabat Kementerian Luar Negeri Turki, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pembatasan berbicara kepada media.
Pada Senin, para pejabat Turki dan Saudi memulai penyelidikan bersama atas kasus tersebut.
Kantor Kepala Kejaksaan Istanbul menugaskan jaksa kepala dan jaksa penuntut umum untuk mengusut kasus ini.
Spesialis dari unit anti-teror cabang dan penyelidik kejahatan Direktorat Direktorat Jenderal Provinsi Istanbul juga bergabung dalam tim tersebut.
Pada Minggu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz berbicara melalui telepon tentang pembentukan kelompok kerja bersama untuk menyelidiki hilangnya Khashoggi, menurut sumber-sumber kepresidenan.
Pada hari yang sama ketika Khashoggi menghilang, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat sementara dia berada di dalam, kata sumber kepolisian Turki. Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.
Otoritas Saudi belum memberikan penjelasan tentang apa yang terjadi pada Khashoggi, sementara beberapa negara - terutama Turki, AS, dan Inggris - mendesak agar misteri itu diselesaikan sesegera mungkin.