Büşra Nur Çakmak
26 Mei 2021•Update: 27 Mei 2021
ANKARA
Turki pada Selasa menyampaikan keprihatinan atas penahanan pejabat senior Mali dan mendesak untuk pembebasan mereka segera.
"Kami mengikuti perkembangan di Mali dengan keprihatinan atas penahanan Presiden masa transisi, Mr Bah N'Daw, Perdana Menteri Mr Moctar Ouane dan pejabat lainnya setelah perombakan kabinet di Mali, pada 24 Mei 2021," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.
Turki mengharapkan pembebasan para pejabat ini dalam waktu dekat dan langkah-langkah yang diperlukan akan diambil untuk kelancaran proses transisi.
Turki mendukung upaya berkelanjutan dari lembaga-lembaga masa transisi, PBB, Uni Afrika dan ECOWAS [Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat] dalam upaya mereka untuk memulihkan tatanan konstitusional di Mali melalui pemilihan yang akan diadakan di periode mendatang.
Militer Mali pada Senin malam menangkap presiden sementara, perdana menteri, dan kepala pertahanan negara itu, dan membawa mereka ke pangkalan militer dekat ibu kota.
Pengawal militer menemani Presiden Bah N'Daw, yang memimpin pemerintahan transisi, bersama dengan Perdana Menteri Moctar Ouane dan Menteri Pertahanan Souleymane Doucoure ke kamp militer Kati yang terletak 15 kilometer barat laut ibu kota Bamako, lapor media pan-Afrika Jeune Afrique mengutip sumber-sumber diplomatik.
Penangkapan terjadi hanya beberapa jam setelah pelantikan pemerintahan baru menyusul pertemuan antara N'Daw dan kelompok masyarakat sipil.
Pertemuan tersebut mendahului pengunduran diri awal bulan ini dari pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Ouane, yang diangkat kembali oleh N'Daw untuk membentuk pemerintahan baru.
Sementara itu, Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Mali (MINUSMA) juga menuntut pembebasan segera para pejabat dan tanpa syarat.