Maria Elisa Hospita
08 September 2020•Update: 09 September 2020
Merve Aydogan
ANKARA
Direktur komunikasi untuk kepresidenan Turki pada Senin malam meminta pihak berwenang Arab Saudi untuk bekerja sama dalam penyelidikan pembunuhan Jamal Khashoggi yang sedang berlangsung di Turki.
Sebelumnya, pengadilan di Riyadh menghukum delapan orang dalam kasus pembunuhan jurnalis itu setelah dia dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul hampir dua tahun lalu.
"Putusan akhir untuk para pembunuh Khashoggi gagal memenuhi harapan Turki dan komunitas internasional," cuit Fahrettin Altun lewat Twitter.
"Kami masih belum tahu di mana jasad Khashoggi. Kami meragukan kredibilitas proses persidangan di Saudi," kata dia lagi.
Saluran televisi Al-Arabiya melaporkan bahwa lima orang dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, sedangkan tiga lainnya diganjar hukuman penjara antara tujuh hingga 10 tahun.
Khashoggi, kolumnis the Washington Post, dibunuh dan jasadnya dipotong-potong oleh kelompok pembunuh Saudi, setelah dia memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018.