Rhany Chairunissa Rufinaldo
24 Juli 2019•Update: 25 Juli 2019
Ali Murat Alhas
ANKARA
Para pejabat militer Turki dan Amerika Serikat (AS) menjalin kerja sama untuk membangun zona aman di Suriah utara, kata Kementerian Pertahanan Nasional Turki, Selasa.
Dalam sebuah pernyataan di Twitter, kementerian mengatakan para pejabat militer kedua negara membahas pembentukan zona aman yang rencananya akan dibangun bersama oleh Turki dan AS secara terkoordinasi.
Menurut pernyataan itu, pejabat militer Turki dan Amerika akan terus membahas masalah ini dalam beberapa hari mendatang.
Pada hari yang sama, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar dan Utusan AS untuk Suriah James Jeffrey bertemu di Ibu Kota Ankara dan bertukar pandangan tentang masalah tersebut.
Sejak 2016, operasi Perisai Eufrat dan Ranting Zaitun Turki di Suriah barat laut telah membebaskan wilayah tersebut dari teroris YPG/PKK dan Daesh, termasuk wilayah Al-Bab, Afrin dan Azaz.
Operasi tersebut memungkinkan warga Suriah yang melarikan diri dari kekerasan di sana untuk pulang ke rumah.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang diakui sebagai kelompok teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
Jumat lalu, Akar mengatakan kepada penjabat Menteri Pertahanan AS Mark Esper bahwa satu-satunya kekuatan militer yang siap, kompeten dan sesuai untuk pembentukan zona aman di Suriah utara adalah Angkatan Bersenjata Turki.