Maria Elisa Hospita
24 Juli 2019•Update: 25 Juli 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Wakil presiden Venezuela mengumumkan penangguhan seluruh kegiatan belajar mengajar dan kerja pada Selasa.
Pemerintah menyebutkan "serangan elektromagnetik" sebagai penyebab pemadaman listrik masif.
"Kecuali jika ada keperluan mendesak, kami menyarankan Anda untuk tetap tinggal di rumah Anda," cuit Jorge Rodriguez via Twitter.
Pemadaman listrik dimulai pukul 16.45 waktu setempat (2045 GMT) di seluruh penjuru negeri.
"Sejak agresi pada Maret dan April tahun ini, pemerintah telah menerapkan protokol perlindungan dan keamanan yang memungkinkan untuk pemulihan tenaga listrik dalam waktu sesingkat mungkin," kata Presiden Venezuela dalam sebuah pernyataan.
"Pemadaman nasional sudah berlangsung selama lebih dari 14 jam. Sebagian layanan telah dipulihkan di 7 negara bagian, sementara 9 lainnya masih tanpa listrik," ungkap pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido.
Sementara pemerintah menyarankan orang-orang agar tidak meninggalkan rumah, unjuk rasa nasional yang diserukan oleh oposisi masih akan berlangsung hari ini.
Setelah pemadaman listrik selama seminggu, yang dimulai pada 7 Maret di Venezuela, negara itu mengalami pemadaman listrik lainnya pada 25 Maret.
Meskipun pemerintah mengumumkan bahwa pemadaman itu disebabkan oleh sabotase, pihak oposisi mengklaim bahwa sistem listrik rusak karena kurangnya upaya yang memadai dari pemerintah.