Astudestra Ajengrastrı
20 Juli 2018•Update: 20 Juli 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Donald Trump mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin ke Washington musim gugur ini untuk putaran kedua pertemuan tingkat tinggi.
Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders berkata melalui Twitter bahwa Trump menyetujui usul Putin "untuk meneruskan dialog di tataran kerja" antar pekerja dewan keamanan AS dan Rusia, dan secara pribadi meminta penasihat keamanannya, John Bolton, untuk mengundang pemimpin Rusia tersebut ke Washington.
Pembicaraan tentang pertemuan ini "sudah dilakukan," kata Sanders.
Masih belum jelas kapan undangan ini dibuat, atau apakah Putin menerimanya.
Pengumuman ini sepertinya belum sampai ke telinga Direktur Intelijen Nasional, Dan Coats, saat ditemui di pertemuan tingkat tinggi keamanan nasional di Aspen, Colorado.
"Ini akan menjadi sangat spesial," kata dia setelah meminta moderator mengulangi pengumuman tersebut.
Sebelumnya, pada Kamis, Trump berkata dia menantikan pertemuan kedua dengan Putin setelah mengumumkan bahwa rapat pertama mereka di Helsinki, Finlandia, "sangat sukses".
Beberapa permasalahan yang akan didiskusikan bersama Putin, kata Trump, adalah soal Ukraina, terorisme, perkembangan nuklir, serangan siber, proses damai Timur Tengah, dan Korea Utara.
"Ada banyak jawaban, beberapa mudah dan beberapa lainnya sulit, untuk permasalahan-permasalahan ini...tapi SEMUA bisa diselesaikan!" ujar Trump melalui Twitter.
Pertemuan pertama kedua pemimpin negara tersebut, meski begitu, menimbulkan kecaman dari Partai Demokrat dan Republik, terutama soal pernyataan Trump yang membuatnya tampak sangat memihak Rusia.
Yang paling dipermasalahkan adalah komentarnya terhadap dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016 dan pujiannya kepada usul Putin untuk bertukar investigasi menyangkut isu ini.
Setelah Gedung Putih pada Rabu mengatakan Trump dan pejabat-pejabat seniornya sedang mempelajari usulan ini, juru bicara Sarah Sanders berkata Trump "tak setuju" dengan inisiatif "yang secara tulus diajukan" oleh Putin.
Putin menawarkan AS mewawancarai 12 petugas badan intelijen Rusia dan sebagai gantinya, Moskow meminta agar AS mengizinkan petugas-petugasnya diwawancarai tentang dakwaan-dakwaan berbagai kejahatan yang mereka tuduhkan pada Rusia.
Ke-12 terduga mata-mata Rusia ini didakwa oleh panel juri pada pekan lalu dengan tuduhan meretas kampanye presiden 2016. Mereka diduga merupakan anggota direktorat intelijen utama Rusia, GRU.
Selama pertemuan dengan Putin di Finlandia, Trump mengatakan usulan Putin ini "tawaran luar biasa", yang menimbulkan kontroversi di Amerika.