Chandni
30 Januari 2018•Update: 30 Januari 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) tidak akan merundingkan perdamaian dengan Taliban di Afganistan, kata Presiden AS Donald Trump pada Senin menyusul sejumlah serangan mematikan di Kabul.
"Kami tidak ingin berunding dengan Taliban. Mungkin nanti akan tiba waktunya, tapi tidak dalam waktu dekat," kata Trump dalam pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB di Gedung Putih.
Pada bulan ini saja, Taliban mengklaim melakukan dua serangan teroris besar di ibu kota Afganistan.
Sebuah ledakan bom bunuh diri pada Sabtu menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai sekitar 200 lainnya. Bahan peledak disembunyikan dalam mobil ambulans yang kemudian diledakkan di luar gedung Kementerian Dalam Negeri.
Sepekan sebelum itu, kelompok militan tersebut menerobos masuk ke dalam Intercontinenal Hotel dan membunuh lebih dari 20 tamu lokal dan asing.
"Kami melihat mereka melakukan tindakan yang sangat buruk, membunuh saudara-saudara sendiri, termasuk perempuan dan anak-anak," jelas Trump. "Jadi kami sama sekali tidak ingin berbincang dengan mereka. Kami akan menyelesaikan tugas kami, yang tidak bisa dilakukan pihak lain."
AS meluncurkan perang di Afganistan setelah serangan 11 September 2001 di New York, AS. Pada saat itu, Taliban bergerak melindungi pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden, walaupun sudah diperingatkan keras oleh AS.
Dalam beberapa kesempatan, AS berhasil menumpas Taliban namun mereka masih memiliki pengaruh dan wilayah di Afganistan.
Tahun lalu, Trump mengumumkan strategi baru untuk memerangi Taliban - yaitu meningkatkan aktivitas militer terhadap mereka serta menekan Pakistan agar melakukan lebih banyak untuk melawan kelompok tersebut.