Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 Oktober 2020•Update: 26 Oktober 2020
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Dalam debat calon presiden Amerika Serikat (AS) kedua dan terakhir, Presiden Donald Trump dan kandidat Demokrat Joe Biden berselisih paham soal pendekatan yang diambil untuk menangani pandemi Covid-19.
Selama debat yang berlangsung di Belmont University di Nashville, Tennessee, Trump sekali lagi membela pendekatannya dalam memerangi virus dan mengklaim bahwa lebih sedikit orang yang meninggal akibat pandemi daripada yang diperkirakan.
"Kami sedang memperjuangkannya. Kami sedang memperjuangkannya dengan sangat keras. Ada beberapa lonjakan dan peningkatan di tempat lain. Mereka akan segera hilang," kata Trump.
Sementara itu, Biden menekankan bahwa lebih dari 220.000 warga Amerika tewas karena virus mematikan itu.
"Siapa pun yang bertanggung jawab atas banyak kematian tidak boleh tetap menjadi presiden Amerika Serikat," ujar dia.
Biden memperkirakan bahwa 200.000 warga Amerika akan meninggal hingga akhir tahun dan mengatakan bahwa Trump tidak memiliki rencana komprehensif untuk memerangi virus korona.
Menurut Universitas Johns Hopkins, Covid-19 telah menewaskan sedikitnya 223.000 orang di seluruh penjuru AS dan menginfeksi lebih dari 8,4 juta lainnya.
AS sejauh ini masih menjadi negara yang terkena dampak paling parah dari pandemi.