Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 November 2018•Update: 21 November 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengatakan meskipun ada kemungkinan bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman mengetahui tentang pembunuhan Jamal Khashoggi, AS akan tetap menjadi mitra setia kerajaan.
"Agen-agen intelijen kami terus menyelidiki semua informasi, ada kemungkinan kuat bahwa Putra Mahkota memiliki pengetahuan tentang peristiwa tragis ini. Mungkin dia melakukannya dan mungkin juga tidak!" Kata Trump dalam sebuah pernyataan yang dirilis Gedung Putih.
Pernyataan itu muncul setelah sebuah laporan yang menunjukkan keyakinan CIA bahwa Muhammad bin Salman memerintahkan pembunuhan Khashoggi.
Khashoggi, seorang wartawan Saudi dan kolumnis Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah awalnya mengatakan bahwa dia meninggalkan konsulat hidup-hidup, pemerintah Arab Saudi beberapa minggu kemudian mengakui bahwa dia terbunuh di sana.
Trump juga mengatakan kontrak yang ditandatangani dengan Arab Saudi senilai sekitar USD450 miliar telah menciptakan ribuan pekerjaan, dan "telah bekerja erat" dengan AS untuk menstabilkan harga minyak.
"Amerika Serikat akan tetap menjadi mitra setia Arab Saudi untuk memastikan kepentingan negara kami, Israel dan semua mitra lainnya di kawasan itu," ujarnya.
Trump mengatakan bahwa dia mengerti jika ada anggota Kongres, yang karena alasan politik atau lainnya, ingin pergi ke arah yang berbeda dan dia membebaskan mereka untuk melakukannya.
"Saya akan mempertimbangkan ide apa pun yang diusulkan kepada saya, tetapi hanya jika mereka konsisten dengan keamanan dan keselamatan mutlak Amerika," tambahnya.