Merve Berker
29 Juni 2026•Update: 29 Juni 2026
Tim pencarian dan penyelamatan Turkiye mulai menjalankan operasi di Venezuela pada Minggu setelah dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara tersebut, dengan memusatkan upaya evakuasi di salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana dan Keadaan Darurat Turkiye (AFAD) bersama personel Angkatan Bersenjata Turkiye tiba di La Guaira, salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat gempa.
Tim kemudian bergerak menuju kawasan La Paez setelah menerima laporan bahwa masih ada korban yang diduga selamat di bawah reruntuhan sebuah gedung 14 lantai yang ambruk.
Operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan secara terkoordinasi dengan tim-tim internasional yang turut bertugas di wilayah tersebut.
Warga setempat mengatakan gedung yang runtuh itu memiliki 43 unit apartemen, dengan 41 di antaranya dihuni.
Mereka juga menyebutkan sejumlah korban sebelumnya berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup dari bawah reruntuhan, dan salah seorang yang selamat memberikan informasi mengenai korban lain yang diduga masih terjebak di bawah puing-puing bangunan.
Pada Rabu malam, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela hanya dalam selang waktu 39 detik.
Gempa tersebut menyebabkan bangunan runtuh di ibu kota Caracas serta sejumlah negara bagian, termasuk Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcon.
Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez pada Sabtu mengatakan jumlah korban tewas akibat bencana tersebut telah meningkat menjadi 1.430 orang.