Rıskı Ramadhan
29 Januari 2018•Update: 30 Januari 2018
Merve Aydogan
ANKARA
Militer Turki pada Minggu menyatakan, sejumlah 557 teroris PYD/PKK dan Daesh telah dilumpuhkan sejak Operasi Ranting Zaitun dimulai di Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki melalui sebuah pernyataan menyatakan, tentara telah melumpuhkan 73 PKK/KCK/PYD-YPG dan teroris Daesh pada Minggu.
Menurut pernyataan yang sama, 13 jet tempur Turki pada Minggu kembali ke pangkalan dengan selamat setelah menghancurkan 20 target yang digunakan sebagai tempat persembunyian, tempat penampungan, posisi senjata dan gudang amunisi oleh kelompok teroris PKK/KCK/PYD-YPG dan Daesh.
Dua tentara Turki mengalami luka-luka yang tidak mengancam nyawa dalam bentrokan dengan teroris pada Minggu, menurut pernyataan tersebut.
Sementara itu, seorang anggota Tentara Pembebasan Suriah tewas dan empat lainnya luka-luka.
Operasi Ranting Zaitun "berjalan sukses sesuai rencana," tambah pernyataan tersebut.
Pihak militer menegaskan bahwa mereka sangat berhati-hati agar operasi tersebut tidak membahayakan warga sipil.
Turki pada 20 Januari meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.