Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Mei 2020•Update: 09 Mei 2020
Aydogan Kalabalik
TRIPOLI
Tentara Libya melakukan 12 operasi udara terhadap milisi pimpinan komandan pemberontak Khalifa Haftar dalam 24 jam terakhir pada Kamis malam.
Muhammed Kununu, juru bicara militer pemerintah, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa militer melakukan sembilan operasi udara terhadap pangkalan udara Al-Watiya, yang terletak di barat daya Tripoli dan dikendalikan oleh pasukan Haftar.
Dia menambahkan bahwa operasi tersebut menargetkan kendaraan militer, tiga tank dan 13 milisi, termasuk Mohamed al-Dahir, yang diburu oleh kantor Jaksa Agung Libya sehubungan dengan beberapa kasus kriminal.
Awal pekan ini, tentara Libya melakukan 24 operasi udara sebagai bagian dari serangan besar-besaran yang bertujuan merebut pangkalan udara al-Watiya.
Al-Watiya dianggap sebagai pangkalan udara utama di negara itu.
Pangkalan udara tersebut diduduki oleh Haftar, komandan bersenjata yang berbasis di Libya Timur, sejak Agustus 2014.
Milisi Haftar menggunakannya sebagai markas untuk operasi di wilayah-wilayah barat.
Pasukan Haftar melancarkan serangan ke pemerintah Libya sejak April 2019, hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Pemerintah Libya kemudian meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan-serangan di ibu kota.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat persetujuan PBB dan internasional.