Maria Elisa Hospita
09 Desember 2019•Update: 10 Desember 2019
Mohammed Amin
KHARTOUM, Sudan
Sudan telah mengurangi jumlah pasukannya di Yaman menjadi 5.000.
"Jumlah total pasukan Sudan di Yaman mencapai 15.000. Pemerintah telah menarik 10.000 tentara dalam beberapa bulan terakhir," ungkap Perdana Menteri Abdalla Hamdok pada Minggu.
Hal itu disampaikan oleh Hamdok sepulangnya dari kunjungan ke Amerika Serikat.
"Kami sudah membicarakan masalah Yaman di Dewan Atlantik. Kami mengkonfirmasi bahwa tidak ada solusi militer untuk perang di Yaman dan Sudan sangat ingin membantu menemukan solusi politik di sana," tegas dia.
Sudan berpartisipasi dalam koalisi pimpinan Saudi di Yaman yang berperang melawan pemberontak Houthi.
Hamdok pun menjabarkan kemajuan yang dicapai selama kunjungannya ke AS, yakni penghapusan Sudan dari daftar negara yang mendukung terorisme.
"Kami telah memenuhi lima dari tujuh prasyarat yang diajukan oleh AS, termasuk proses perdamaian di Sudan, akses kemanusiaan, kebebasan beragama, hubungan dengan Korea Utara, dan situasi hak asasi manusia," jelas PM Sudan.
Selama kunjungan Hamdok, Khartoum dan Washington juga sepakat untuk bertukar duta besar mereka untuk pertama kalinya dalam 23 tahun.