Rıskı Ramadhan
25 Januari 2018•Update: 26 Januari 2018
Yunus Keleş
MOSUL, Irak
Pembersihan puing bangunan dan sisa-sisa perang di kota Mosul yang dibebaskan oleh tentara Irak dari Daesh masih terus berlanjut.
Sejumlah bangunan di bagian barat pusat kota Mosul runtuh akibat bentrokan-bentrokan sengit antara tentara Irak dan Daesh.
Kini, alat-alat berat telah diturunkan untuk mengangkat puing-puing bangunan dari jalanan.
Menurut laporan koresponden Anadolu Agency, masih terlihat banyak bekas tembakan dan bom di sejumlah bangunan.
Infrastruktur dan jalur energi di kota Mosul masih belum berfungsi dengan baik. Pemulihan kota dari sisa-sisa perang dilaporkan akan memakan waktu yang lama. Rekonstruksi kota Mosul juga dikabarkan membutuhkan jutaan Dolar AS.
Meski kota telah hancur, keluarga yang tidak mau tinggal di kamp pengungsian, mulai kembali kembali ke rumah mereka karena alasan keselamatan dan pasokan sebagian listrik. Mereka mulai membenahi tempat tinggal dengan kemampuan mereka sendiri dan dukungan pemerintah.
Seorang warga Mosul, Majid Said, mengatakan dia bekerja sebagai buruh pada proyek pembersihan puing yang dikerjakan pemerintah daerah.
Kepada Anadolu Agency, Said menceritakan dia kembali ke kota setelah operasi militer berakhir.
“Pemerintah daerah dan warga bersama-sama membersihkan kota. Psikologis masyarakat juga lebih baik sekarang,” ujar dia.
Said percaya bahwa Mosul akan kembali seperti dulu, bahkan lebih baik dengan bantuan pemerintah Irak.
Warga sipil masih tidak diperbolehkan masuk ke sebagian daerah karena risiko bahan peledak yang ditempatkan oleh teroris yang tertinggal saat peperangan.
Meski begitu, ada sebagian warga yang mencari nafkah dari puing-puing bangunan.
Lima jembatan di atas Sungai Tigris yang menghubungkan kedua sisi kota juga diledakkan dalam peperangan, sehingga untuk sementara transportasi antara kedua sisi kota dilakukan dengan satu jalur jembatan besi. Pemerintah masih membangun jembatan tambahan baru.