Marıa Elısa Hospıta
07 Februari 2020•Update: 08 Februari 2020
Esref Musa, Mehmet Burak Karacaoglu
IDLIB, Suriah
Rusia dan rezim Bashar al-Assad melancarkan serangan udara di Provinsi Idlib, barat laut Suriah, hingga menewaskan sedikitnya 15 warga sipil.
Daerah di dekat pusat kota dan desa-desa Idlib menjadi sasaran serangan udara itu.
Turki pun mengerahkan pasukan dan sejumlah tank di berbagai titik di Idlib.
Rezim Assad dan sekutu-sekutunya terus meningkatkan serangan udara dan darat ke permukiman sipil di provinsi itu.
Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi dilarang keras.
Namun gencatan senjata terus dilanggar dan lebih dari 1.800 warga sipil di sana tewas akibat serangan rezim dan pasukan Rusia.
Kemudian, pada 10 Januari, Turki mengumumkan gencatan senjata baru di Idlib yang akan dimulai pada 12 Januari, tetapi rezim dan kelompok-kelompok teroris yang didukung Iran melanjutkan serangan mereka.
Lebih dari 1,5 juta warga Suriah mengungsi ke dekat perbatasan dengan Turki karena menghindari serangan selama setahun terakhir.
Turki adalah negara yang menampung pengungsi terbanyak di dunia, yaitu lebih dari 3,7 juta migran, sejak perang saudara meletus di Suriah pada 2011.
*Ditulis oleh Gozde Bayar