Dunia

Sejak 2014, ada 10.015 insiden anti-Muslim di AS

Dewan Hubungan Amerika-Islam mengatakan peningkatan insiden terjadi khususnya pasca Donald Trump memulai kampanye kepresidenan pada 2015

Maria Elisa Hospita   | 18.09.2019
Sejak 2014, ada 10.015 insiden anti-Muslim di AS Ilustrasi: Aksi solidaritas warga AS kepada Muslim. (Foto file - Anadolu Agency)

Washington DC

Servet Gunerigok

WASHINGTON

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mencatat ada sebanyak 10.015 insiden anti-Muslim di negara itu sejak 2014.

Dalam laporan yang dirilis pada Senin, badan hak-hak sipil dan advokasi Muslim terbesar di AS mengatakan peningkatan insiden terjadi khususnya pasca Donald Trump memulai kampanye kepresidenan pada 2015.

"Tidak hanya jumlah insiden yang meningkat, tetapi sifat kekerasan pun bertambah," tulis CAIR dalam laporan berjudul "The Bias Brief".

"Dari 2014 hingga Juni 2019, cabang-cabang CAIR di seluruh penjuru negeri mencatat total 1.164 kejahatan kebencian anti-Muslim, termasuk serangan fisik dan kerusakan properti."

Laporan itu juga melaporkan 2.783 insiden yang melibatkan lembaga pemerintah federal.

Pada 2016, insiden anti-Muslim berjumlah 2.213, yang meningkat 65 persen dari 1.341 insiden pada 2014.

Lonjakan tertinggi terjadi selama tahun 2017 dengan 2.599 insiden.

"Peningkatan ini dapat dikaitkan dengan Muslim Ban Executive Order, yang ditandatangani dalam 10 hari pertama kepemimpinan rump," ungkap dewan tersebut.

Selama paruh pertama tahun 2019, CAIR mencatat sebanyak 759 insiden bias anti-Muslim.

Laporan tersebut juga mengidentifikasi jenis pelecehan yang paling sering terjadi di antaranya diskriminasi, intimidasi, dan perundungan.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın