Muhammad Abdullah Azzam
30 Mei 2019•Update: 31 Mei 2019
Emre Aytekin
SRINAGAR
Satu orang tewas dan 50 lainnya terluka dalam kerusuhan antara pasukan India dengan demonstran kelompok pemuda pro-kemerdekaan di Jammu Kashmir, India.
Menurut informasi yang dikumpulkan Anadolu Agency dari pejabat lokal, peristiwa kerusuhan itu dipicu oleh intervensi pasukan terhadap para demonstran yang diikuti dengan bentrokan bersenjata antar kedua pihak.
Pasukan keamanan berusaha membubarkan masa di wilayah tersebut dengan menembakkan peluru plastik dan gas air mata.
Pejabat kesehatan di Kulgam, Fazil Kolchak mengatakan dalam sebuah pernyataan, setelah peristiwa bentrokan tersebut lebih dari 50 demonstran terluka dan telah dirujuk ke rumah sakit dan poliklinik. Tujuh orang yang terluka parah dipindahkan ke rumah sakit di Srinagar.
Di sisi lain, Direktur Kesehatan wilayah Pulwama Abdul Rashid Para mengatakan bahwa seorang pria bernama Sajit Ahmed meninggal ketika dalam perjalanan ke rumah sakit.
Kashmir, wilayah Himalaya dengan mayoritas penduduk Muslim, terbagi menjadi area yang diduduki India dan Pakistan, serta sebagian kecil diduduki China.
India dan Pakistan telah berperang 3 kali – pada 1948, 1965 dan 1971 – sejak berpisah pada 1947, dua pertempuran di antaranya memperebutkan Kashmir. Kelompok pemberontak di Jammu dan Kashmir terus berjuang untuk kemerdekaan dari kuasa India, atau untuk bergabung dengan Pakistan.
Lebih dari 70.000 orang telah tewas dalam konflik itu sejak 1989. India menempatkan lebih dari setengah juta tentara di area yang disengketakan itu.