Muhammad Abdullah Azzam
22 April 2019•Update: 22 April 2019
Burak Karacaoğlu, Eşref Musa
IDLIB
Satu sipil tewas dan dua lainnya menderita luka-luka setelah pasukan rezim Bashar al-Assad dan sekutunya menyerang sebuah pasar pada Senin di zona de-eskalasi Idlib, ungkap White Helmets di Idlib.
Pasukan rezim yang terdiri dari kelompok-kelompok teroris asing dukungan Iran melancarkan serangan senjata berat seperti meriam, roket, dan mortir.
Sumber-sumber lokal menuturkan pasukan rezim menewaskan satu warga sipil dan melukai tiga lainnya pada sebuah penyerangan di distrik Serakib, daerah pedesaan selatan Idlib.
Badan Pertahanan Sipil (White Helmets) kini tengah melanjutkan proses pencarian dan penyelamatan, sementara jumlah korban jiwa dikhawatirkan dapat bertambah.
Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati wilayah, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi.