Maria Elisa Hospita
28 Agustus 2020•Update: 29 Agustus 2020
Cindi Cook
PARIS
Rwanda melayangkan surat ke Prancis mendesak ekstradisi tersangka utama Genosida Rwanda 1994.
Surat izin penangkapan internasional juga sudah dirilis untuk penangkapan mantan Mayor Jenderal Aloys Ntiwiragabo.
Pada 24 Juli, Prancis memulai penyelidikan terhadap Ntiwiragabo, 71, yang diduga terlibat dalam kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Tutsi.
Ntiwiragabo, yang pernah menjabat sebagai kepala intelijen militer dan wakil ketua staf Angkatan Darat hingga 1993, diduga menjadi salah satu pemimpin yang merancang genosida di Rwanda.
Penyelidik menemukan kepala mata-mata itu pada pertengahan Juli di kediamannya dekat Orleans, barat daya Paris.
Ntiwiragabo telah menetap di Prancis selama 14 tahun, menyusul istrinya, Catherine Nkuzi, yang datang ke Prancis pada 1998 dan menerima suaka setahun kemudian.
Selama belasan tahun, Nkuzi hidup di Prancis dengan nama samaran Tibot.
Hingga saat ini Ntiwiragabo belum dimasukkan dalam daftar buronan Pengadilan Kriminal Internasional untuk Rwanda.