Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Oktober 2019•Update: 31 Oktober 2019
Talha Yavuz
ANKARA
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko pada Selasa mengumumkan bahwa pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama Turki, Akkuyu, sepenuhnya sesuai jadwal.
Grushko mengatakan kontrak telah diserahkan kepada kontraktor dan subkontraktor seperti yang sudah direncanakan, lansir kantor berita Rusia TASS.
"Secara umum, kami puas dengan kemajuan yang dibuat dalam energi nuklir damai dengan otoritas Turki," ujar dia.
Perjanjian PLTN antara Rusia dan Turki, yang terdiri dari empat unit daya VVER-1200 dengan total kapasitas terpasang 4.800 megawatt, ditandatangani pada Mei 2010.
Setelah selesai, pembangkit itu akan menghasilkan sekitar 35 miliar kilowatt-jam listrik per tahun, dengan masa pakai 60 tahun.
Pada 8 Maret 2019, peletakan fondasi untuk reaktor pertama pembangkit listrik tenaga nuklir selesai dan pekerjaan sedang berlangsung untuk unit kedua.