Maria Elisa Hospita
10 Mei 2019•Update: 10 Mei 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Rusia mendesak komunitas internasional untuk melanjutkan perdagangan dengan Iran meskipun ada sanksi Amerika Serikat.
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs resminya, Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran, serta taktik tekanan Washington pada negara-negara lain untuk menghentikan perdagangan dengan Iran.
Kementerian menekankan bahwa Iran berkomitmen melaksanakan kewajibannya berdasarkan kesepakatan.
Rusia meminta semua peserta kesepakatan, termasuk Iran, untuk menahan diri dari tindakan lebih lanjut, sehingga tak menempatkan perjanjian itu di bawah ancaman.
Awal pekan ini, Iran mengancam akan melanggar bagian-bagian tertentu dari perjanjian itu karena janji-janji untuk negaranya tidak terpenuhi, ditambah ada sanksi baru AS terhadap Teheran.
Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump menarik partisipasi negaranya dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan kelompok negara-negara P5 + 1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman).
Tak lama kemudian, Washington memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran yang menargetkan sektor energi dan perbankan negara itu.