Muhammad Abdullah Azzam
12 Desember 2019•Update: 12 Desember 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Rusia dan Turki telah mencapai stabilitas di Suriah utara melalui kesepakatan bilateral, kata utusan kepresidenan Rusia untuk Suriah pada Rabu.
Situasi kian membaik di negara yang sudah lelah dari perang saudara itu setelah Rusia dan Turki mengimplementasi kesepakatan tentang Suriah, ungkap Alexandre Lavrentyev kepada wartawan di sela-sela pembicaraan damai Astana soal Suriah di ibu kota Kazakhstan, Nur-Sultan.
"Pertemuan di Nur-Sultan juga membahas situasi di timur laut Suriah setelah penerapan kesepakatan Rusia-Turki,” tutur Lavrentyev.
“Kami telah melihat stabilitas di timur laut Suriah. Menurut saya pihak Rusia dan Turki puas dengan perkembangan di sana," tukas dia.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengusir teroris YPG/PKK dari utara Suriah, mengamankan perbatasan Turki, membantu repatriasi yang aman bagi para pengungsi Suriah, serta menjamin integritas wilayah Suriah.
Di bawah dua kesepakatan terpisah dengan Amerika Serikat dan Rusia, Turki menghentikan operasi itu untuk memungkinkan penarikan teroris YPG/PKK dari zona aman Suriah.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK -yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa- bertanggung jawab atas kematian 40.000 jiwa, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi.
YPG adalah cabang PKK yang berbasis di Suriah.