Elena Teslova
01 Maret 2022•Update: 02 Maret 2022
MOSKOW
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin menandatangani dekrit yang membatasi transaksi mata uang tertentu dalam upaya untuk mengurangi dampak sanksi Barat setelah melancarkan serangan ke Ukraina.
Mulai Selasa, warga akan dilarang mentransfer mata uang asing ke luar negeri berdasarkan perjanjian pinjaman atau melalui layanan transfer uang elektronik, menurut keputusan tersebut.
Kebijakan ini juga mewajibkan eksportir untuk menjual 80 persen dari semua pendapatan mata uang asing yang mereka terima pada 1 Januari dalam waktu tiga hari kerja ke rekening yang ditunjuk.
Langkah-langkah itu diambil untuk "melindungi kepentingan nasional" Rusia dari tindakan "tidak bersahabat" oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain serta organisasi internasional yang dikatakannya "bertentangan dengan hukum internasional.”
Sejak perang Rusia di Ukraina dimulai Kamis lalu, komunitas internasional menyambut agresi Moskow dengan kemarahan, di mana Uni Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) menerapkan berbagai sanksi ekonomi terhadap Rusia.
Rusia semakin terisolasi setelah pesawat-pesawatnya dilarang terbang di wilayah udara Eropa dan Kanada, dan sejumlah banknya dikeluarkan dari sistem perbankan internasional SWIFT.