Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 November 2018•Update: 16 November 2018
Emre Aytekin
ANKARA
Rombongan migran yang sebagian besar berasal dari negara-negara Amerika Tengah dalam telah mencapai kota Tijuana di Meksiko yang berbatasan dengan AS pada Jumat.
"Sekitar 2000 migran telah mencapai wilayah itu," kata pejabat pemerintah kota.
Karena kota ini hanya memiliki kapasitas untuk menampung 700 orang, pihak berwenang membuka stadion dan kompleks olahraga untuk menampung para migran.
Para migran diperkirakan akan menunggu di perbatasan selama berhari-hari karena para pejabat perbatasan AS hanya sanggup menangani sekitar 100 aplikasi migran setiap hari.
Menurut PBB, ada sekitar 2.300 anak di antara total 7000 rombongan yang berjalan menuju AS.
Presiden AS Donald Trump telah sangat vokal menentang kedatangan rombongan tersebut, menyebutnya sebagai invasi dan mengatakan bahwa mereka akan ditindak secara militer.
"Banyak Anggota Geng dan orang jahat ikut dalam rombongan menuju perbatasan bagian selatan. Tolong kembali, Anda tidak akan diterima ke Amerika Serikat kecuali Anda menjalani proses hukum yang benar. Ini adalah invasi bagi negara kami dan pasukan militer sedang menunggumu!" cuit Trump di Twitter.
Awal bulan ini, Pentagon mengatakan bahwa 7000 tentara yang dikerahkan ke perbatasan AS dengan Meksiko tidak akan dipersenjatai.
Rombongan migran, yang bergerak dari Honduras, mencapai jumlah 7.000 orang karena banyak negara-negara Amerika Tengah lainnya bergabung dalam perjalanan sejauh 1.553 mil (2.500 kilometer) untuk mencapai AS dengan berjalan kaki.
Rombongan itu kebanyakan terdiri dari orang Honduras yang melarikan diri dari kekerasan dan kemiskinan di negara asal mereka.
Pada Senin, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS mengumumkan bahwa mereka akan menutup beberapa jalur di pelabuhan mereka untuk mengantisipasi masuknya rombongan migran.