ANKARA
Melalui percakapan telepon dengan sejawatnya dari Rusia, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin menegaskan kembali kesediaan Ankara untuk terus melakukan perannya demi perdamaian di Ukraina.
Turki siap memainkan peran dalam mekanisme pengamatan yang memungkinkan setelah pertemuan pertama dengan perwakilan Rusia, Ukraina, dan PBB di Istanbul, kata Erdogan kepada Vladimir Putin, menurut sebuah pernyataan dari Direktorat Komunikasi Turki.
Erdogan juga mengatakan perlunya langkah-langkah untuk meminimalkan dampak negatif perang dan membangun kembali landasan bagi perdamaian.
Lebih dari 4.000 warga sipil telah tewas dan hampir 5.000 lainnya terluka di Ukraina sejak perang dimulai pada 24 Februari, menurut perkiraan PBB. Jumlah korban sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.
Lebih dari 6,7 juta orang telah melarikan diri ke negara lain, sementara lebih dari 7,7 juta telah mengungsi, menurut badan pengungsi PBB.
Perlunya zona aman di Suriah
Juga menyentuh perkembangan di wilayah perbatasan Suriah utara, di mana serangan oleh kelompok teror YPG/PKK terhadap warga sipil dan negara tetangga Turki masih terus berlanjut, presiden mengatakan bahwa zona aman 30 kilometer ditetapkan berdasarkan pakta 2019 dengan AS dan Rusia yang hingga kini tidak pernah benar-benar didirikan.
Daerah di sepanjang perbatasan yang dibebaskan dari teroris harus dibuat aman dan terjamin, ujar Erdogan.
Turki berbatasan dengan Suriah dan Irak di selatan, dan telah berupaya untuk menghilangkan sarang teroris yang ada dan mencegah yang baru di sana yang akan mengancam keamanan nasionalnya dan keselamatan penduduk setempat di seberang perbatasannya.
Teroris YPG/PKK masih mengancam suasana keamanan dengan serangan teroris mereka di Suriah utara.
YPG/PKK kebanyakan melakukan serangan teroris di Manbij, Ayn Al-Arab, dan distrik Tal Rifat di Aleppo. Bahkan kelompok teror tersebut menggunakan wilayah itu sebagai basis serangannya.
Sejak 2016, Ankara telah meluncurkan trio operasi anti-teror yang berhasil melintasi perbatasannya di Suriah utara untuk mencegah pembentukan koridor teror dan memungkinkan penyelesaian damai: Perisai Eufrat (2016), Ranting Zaitun (2018), dan Mata Air Perdamaian (2019).
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE – telah bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.