Alix Hardy
MEKSIKO
Andrés Manuel Lopez Obrador, politisi sayap kiri yang memenangi pemilihan presiden Meksiko pada Minggu, kini harus memenuhi janji-janji kampanye yang mengantarkannya ke kursi kepresidenan.
Pada malam pemilihan, jalanan Mexico City dipenuhi orang-orang yang merayakan kemenangan telak Obrador yang berhasil meraih 52,9 persen suara, menurut pernyataan resmi terakhir.
"Seperti ada harapan lagi untuk Meksiko," kata Laura Cervantes, 23 tahun, yang merupakan pemilih pemula.
AMLO, nama panggilan Obrador di Meksiko, belum lagi membacakan pidato kemenangan, namun sudah dibebani ekspektasi tinggi dari masyarakat Meksiko yang memilihnya.
"Saya yakin Lopez Obrador bisa mengubah masa depan anak saya," ujar seorang ibu di Zocalo, alun-alun utama di Mexico City.
"AMLO memiliki kekuatan untuk membersihkan pemerintahan dari korupsi," kata pengemudi taksi Ricardo Pérez yakin.
Presiden terpilih, yang memenangi kursi karena menjanjikan perubahan radikal meski belum menjabarkan proposal konkretnya, kini diharapkan mampu memenuhi semua janji kampanyenya. Dia telah menjanjikan akan menyelesaikan tiga permasalah utama Meksiko: korupsi yang merajalela, kekerasan yang terus meningkat dan kesenjangan yang semakin lebar.
Selama enam tahun masa jabatan Presiden Enrique Peña Nieto, sebanyak 22 dari 32 gubernur didakwa dengan pasal penggelapan. Sebagai tambahan, 2017 adalah tahun terkeras di Meksiko, dengan angka pembunuhan mencapai 25.000. Sementara itu, orang-orang terkaya di Meksiko saat ini menguasai 34,8 persen kekayaan negara, sementara orang-orang termiskinnya hanya menguasai 2,2 persen saja, menurut data Bank Dunia.
"AMLO mungkin tidak bisa memenuhi semua yang dia janjikan. Namun jika dia melakukan pendekatan baru untuk tiga masalah ini saja, itu sudah merupakan pencapaian besar," kata Daniel Moreno, direktur media nasional Animal Politico.
Guna tetap mendapatkan dukungan rakyat, Obrador diharapkan mampu menerapkan reformasi dalam jangka panjang dan pendek.
"Dia harus segera menetapkan kebijakan-kebijakan jangka panjang untuk mengubah negara ini di masa depan. Tapi dia juga harus menunjukkan adanya perubahan di awal pemerintahannya," imbuh Moreno.
Kombinasi kedua strategi ini sudah pernah dilakukannya ketika menjabat sebagai wali kota Mexico City pada 2000-2005, yang membuahkan tingkat persetujuan tinggi terhadap dirinya.
Salah satu langkah simbolis yang harus dilakukan Obrador adalah mengakhiri kekebalan hukum yang melingkupi kaum elit Meksiko yang korup.
"Korupsi ada di mana-mana," ujar seorang pendukung AMLO pada Minggu malam. "Tapi hanya di Meksiko saja koruptor tidak dihukum."
Presiden terpilih akan memulai masa jabatan untuk mengatur negara ini pada Desember. Peride transisi selama lima bulan disebut-sebut sebagai waktu tepat untuk memulai program-programnya. Kemenangan AMLO ini tercatat sebagai kali pertama seorang dari sayap kiri berhasil menduduki kursi presiden Meksiko. Sebagian besar pengikutnya tidak familier dengan cara kerja institusional karena selama bertahun-tahun telah dikuasai oleh partai-partai pemerintahan.
Menurut Moreno, pemilihan umum kali ini berjalan cukup lancar, karena dua kandidat lawan Jose Antonio Meade (PRI, partai penguasa) dan Ricardo Anaya (PAN, sayap kanan) mengakui kekalahan mereka pada malam pemilihan -- sebuah epilog yang tak biasa di negara yang umumnya rusuh setelah pemilu.
"Selain memenangi kursi presiden, koalisi Obrador [Morena/partai buruh PT/partai Kristen Evangelis PES] juga diharapkan menjadi mayoritas di kedua dewan Kongres, menurut perkiraan resmi terakhir [307 dari 500 kursi di Majelis Rendah dan 68 dari 128 kursi di Senat]".
Jika perkiraan ini terkonfirmasi oleh hasil penghitungan resmi, maka ini adalah pertama kalinya dalam 20 tahun seorang presiden mendapatkan kebebasan mutlak untuk memerintah -- meski banyak yang berpendapat akan ada kekurangan besar dari kekuatan oposisi.
Menurut Moreno, keadaan ini akan semakin menekan gerakan sayap kiri.
"Mereka [sayap kiri] selama ini selalu menjadi oposisi, posisi mudah untuk memberi kritik. Sekarang mereka memegang semua kartu dan harus bisa membuktikan diri."
Obrador diharapkan menggunakan kekuasannya nanti untuk menganulir beberapa kebijakan bermasalah Peña Nieto. Dalam wawancara pertamanya setelah terpilih yang ditayangkan di kanal televisi Meksiko, Imagen TV, Obrador mengatakan bahwa reformasi pendidikan yang ditolak oleh para guru, akan dibatalkan.
"Kami akan menyediakan rencana lain yang berbeda. Reformasi ini tidak akan bisa dilakukan tanpa para guru, karena mereka lah yang melakukan transfer pengetahuan di ruang kelas," kata AMLO.
Dia juga mengisyaratkan tidak akan membatalkan kebijakan reformasi di bidang energi, namun akan merevisi secara menyeluruh.
"Kami akan merevisi semua kontrak, satu demi satu. Kita tidak ingin mereka melakukan korupsi atau memengaruhi kepentingan nasional," tukas dia.
Pada Senin, Obrador berbincang dengan Presiden AS Donald Trump melalui sambungan telepon. Kedua pemimpin negara saling berbicara dengan nada diplomatis, jauh berbeda dengan perbincangan-perbincangan kedua pemimpin negara ini sebelumnya.
"Saya mengusulkan kami mencoba mencari kesepakatan dalam pengembangan proyek yang akan membuka lapangan pekerjaan di Meksiko, mengurangi migrasi dan memperkuat keamanan. Perwakilan kami akan melakukan perbincangan lebih lanjut," kata Obrador melalui Twitter.
"Saya rasa dia akan mencoba membantu kita dengan perbatasan," ujar Trump kepada reporter di tempat berbeda.
Lopez Obrador, yang selama ini selalu mendahulukan politik dalam negeri ketimbang kebijakan luar negeri, sebelumnya telah menyatakan akan duduk di meja perundingan untuk merevisi Perjanjian Pasar Bebas Amerika Utara (NAFTA) yagn lebih menguntungkan Meksiko. Dia juga pernah berkata "tidak ada NAFTA lebih baik ketimbang NAFTA yang buruk", yang mengisyaratkan dia tak akan membuat konsesi-konsesi yang dianggapnya tak perlu.
news_share_descriptionsubscription_contact

