Maria Elisa Hospita
29 September 2020•Update: 30 September 2020
Ruslan Rehimov
BAKU
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menyampaikan terima kasih kepada rekan sejawatnya dari Turki atas dukungan untuk negaranya pasca serangan pasukan Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh.
Hikmet Hajiyev, asisten presiden dan kepala kebijakan luar negeri untuk Kepresidenan Azerbaijan, mengatakan Baku menyambut baik seruan Recep Tayyip Erdogan agar Armenia segera mengakhiri pendudukan wilayah Azerbaijan.
"Presiden Erdogan mengutuk keras serangan itu dan menunjukkan dukungan mutlak bagi Azerbaijan," kata Hajiyev.
"Azerbaijan juga akan selalu berdiri di sisi Turki berdasarkan prinsip dua negara dan satu bangsa," tambah Hajiyev yang mengutip Aliyev.
Bentrokan di perbatasan meletus pada Minggu pagi, setelah pasukan Armenia menargetkan permukiman sipil Azerbaijan dan posisi militer, yang menyebabkan korban jiwa.
Parlemen Azerbaijan kemudian mengumumkan keadaan perang di beberapa kota dan wilayahnya menyusul pelanggaran perbatasan Armenia dan serangan di wilayah Nagorno-Karabakh yang diduduki.
Hubungan antara kedua negara bekas Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Upper Karabakh, atau Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Empat resolusi dari Dewan Keamanan PBB dan dua resolusi dari Majelis Umum PBB, serta sejumlah organisasi internasional, menuntut penarikan pasukan pendudukan dari wilayah itu.
OSCE Minsk Group, yang diketuai oleh Prancis, Rusia dan AS, dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai bagi konflik tersebut, tetapi hingga saat ini upaya tersebut tak kunjung berhasil.
Gencatan senjata, bagaimanapun, disepakati pada 1994.