Maria Elisa Hospita
11 Juni 2020•Update: 12 Juni 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mendiskusikan situasi terkini di Libya pada Rabu.
Menurut Gedung Putih, Trump memuji upaya rekan sejawatnya itu yang telah mempromosikan rekonsiliasi poltik dan de-eskalasi konflik Libya.
Keduanya juga membahas upaya-upaya yang dipimpin PBB untuk melanjutkan negosiasi gencatan senjata dan penarikan seluruh pasukan asing dari Libya.
Pasca kematian penguasa Libya Muammar Khaddafi pada 2011, pemerintah Libya dibentuk pada 2015 di bawah kesepakatan politik yang dipimpin PBB.
Sejak April 2019, pasukan Khalifa Haftar yang berbasis di Libya Timur menyerang militer Libya, hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Selama diskusi itu, Trump juga menegaskan kembali komitmen AS dalam memfasilitasi kesepakatan yang adil antara Mesir, Ethiopia, dan Sudan mengenai Grand Renaissance Ethiopia Dam.
Kesepakatan tersebut merujuk pada proyek bendungan senilai USD5 miliar yang sedang dibangun di sepanjang Sungai Nil Biru, Ethiopia.
Ketegangan antara ketiga negara Afrika itu memanas setelah negosiasi yang disponsori AS mandek pada Februari.
Ethiopia menuding AS terang-terangan memihak Mesir dalam sengketa bendungan itu.
Setelah Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok berbicara dengan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed melalui telepon pekan lalu, Mesir menerima proposal Sudan untuk memulai kembali perundingan trilateral.