Maria Elisa Hospita
13 Februari 2021•Update: 14 Februari 2021
Shweta Desai
PARIS
Pemerintah Prancis meresmikan platform baru yang akan memungkinkan korban diskriminasi, rasisme, dan seksisme untuk mendapatkan keadilan di negaranya.
Situs antidiscriminiations.fr dan 3928 saluran telepon diluncurkan oleh Elisabeth Moreno, menteri urusan kesetaraan dan keberagaman.
Moreno adalah satu-satunya pejabat dengan kulit berwarna.
Inisiatif ini berasal dari survei online di mana sebagian besar warga Prancis setuju agar para korban mendapat kemudahan dalam melaporkan tindakan diskriminasi yang dialaminya ke polisi.
Pada Jumat, Presiden Emmanuel Macron mengutuk ketidakadilan rasial, dengan mengatakan "setiap jenis diskriminasi adalah penghinaan dan kekerasan".
Dia mengatakan, platform itu akan memungkinkan para korban untuk melaporkan berbagai situasi diskriminasi, baik dalam mendapatkan pekerjaan atau promosi, akses ke perumahan, layanan atau kontrol, dan pemeriksaan atau pengawasan oleh pemerintah.
Berdasarkan data Defender of Rights yang dirilis pada 2019, bentuk diskriminasi di Prancis di antaranya ras (24%), kecacatan (22%), jenis kelamin (12%), kesehatan (10%, dan usia (5%).
Platform ini memungkinkan para korban untuk berhubungan langsung dengan pengacara berpengalaman yang memiliki spesialisasi dalam memerangi diskriminasi, yang akan memandu mereka dalam mediasi dan memfasilitasi langkah-langkah secara administratif atau hukum.