Maria Elisa Hospita
01 Februari 2019•Update: 01 Februari 2019
Ali Abo Rezeg
ANKARA
Setelah mengalami kebuntuan selama delapan bulan, perdana menteri Lebanon akhirnya mengumumkan bahwa negara tersebut resmi memiliki Kabinet baru.
"Kami meminta maaf kepada rakyat Lebanon tentang keterlambatan pembentukan Kabinet," kata Saad Hariri, usai bertemu dengan presiden di Istana Kepresidenan Baabda, Kamis.
Sejak Lebanon menggelar pemilihan parlemen Mei lalu, Hariri telah berupaya menyusun pemerintahan baru.
"Memecahkan masalah negara dan mengatasi krisis ekonomi hanya dapat dicapai dengan konsensus [nasional]," tambah dia.
Menurut seorang sumber, pada Kamis, Hariri bertandang ke istana presiden untuk menyerahkan usulan jajaran kabinet.
Sumber yang sama mengatakan kabinet baru mencakup 30 menteri dari semua faksi politik utama negara.
"Pemerintah baru harus membuat pilihan yang sulit, paling tidak bagaimana cara mengurangi anggaran negara," kata Hariri lewat sebuah pernyataan.
Proses pembentukan kabinet mengalami penundaan berulang kali karena faksi politik terkemuka saling tuding dan tuntut.