Maria Elisa Hospita
30 Oktober 2019•Update: 30 Oktober 2019
Yusef Hussein
BEIRUT
Di tengah gelombang protes yang terus berlanjut hingga Selasa, Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mengumumkan pengunduran dirinya.
"Selama ini saya terus berusaha untuk mendengarkan suara rakyat dan menemukan cara melindungi negara dari risiko keamanan," kata Hariri saat konferensi pers.
"Saya tidak akan menutup-nutupi kenyataan bahwa saya menemui jalan buntu dalam menyelesaikan krisis ini," tambah dia.
Hariri akan mengajukan pengunduran dirinya kepada Presiden Michel Aoun.
Pengunduran diri itu dilakukan bersamaan dengan unjuk rasa memasuki hari ke-13.
Unjuk rasa meletus di Lebanon sejak dua pekan lalu. Warga memprotes rencana pengenaan pajak pada Whatsapp dan layanan pesan lainnya.
Aksi protes itu kemudian meluas menjadi seruan kepada pemerintah Lebanon untuk mengundurkan diri.
Lebanon menghadapi angka pengangguran tinggi, pertumbuhan kecil, hingga rasio utang tertinggi di dunia dengan beban utang mencapai USD86,2 miliar selama kuartal pertama 2019.
* Ditulis oleh Mahmoud Barakat