Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Maret 2019•Update: 14 Maret 2019
Busra Nur Bilgic
ANKARA
Tiga lembaga PBB pada Rabu mendesak dukungan internasional bagi para pengungsi Suriah dan warga setempat yang menampung mereka.
"PBB secara mendesak peningkatan pendanaan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan melalui pengajuan USD3,3 miliar untuk penanggulangan pengungsi di Suriah dan USD5,5 miliar untuk negara-negara tetangga," kata Program Pembangunan PBB (UNDP), PBB untuk Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) dan Komisaris Tinggi untuk Pengungsi (UNHCR) dalam pernyataan bersama setelah pertemuan para menteri luar negeri di Brussels.
Menurut angka tahun lalu, hanya 62 persen dari USD5,6 miliar yang diperlukan untuk penanggulangan pengungsi dan ketahanan regional didanai dan 65 persen dari USD3,4 miliar yang diperlukan untuk Suriah diterima.
"Tanpa suntikan dana segera dan substansial, penyediaan makanan, air, perawatan kesehatan, tempat tinggal dan layanan perlindungan yang dapat menyelamatkan jiwa kemungkinan akan terganggu," kata Mark Lowcock, kepala kemanusiaan PBB.
Ada kesenjangan yang semakin lebar antara kebutuhan para pengungsi dan dukungan yang diberikan kepada respons pengungsi internasional, kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi.
“Pengurangan bantuan karena pemotongan dana berarti memaksa pengungsi untuk membuat pilihan yang menyakitkan setiap hari, seperti membawa anak-anak keluar dari sekolah untuk bekerja atau mengurangi makanan. Mereka juga rentan terhadap eksploitasi dan pelecehan,” tambah Grandi.
Menurut UNHCR, 11,7 juta orang membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan, 6,2 juta orang mengungsi di dalam negeri dan lebih dari 2 juta anak tidak bersekolah di Suriah.
Selain itu, diperkirakan 83 persen warga Suriah hidup di bawah garis kemiskinan.
“Situasi ini juga mendorong krisis pengungsi terbesar di dunia. Ada lebih dari 5,6 juta pengungsi Suriah dan sekitar 3,9 juta anggota masyarakat penampung yang terkena dampak di negara-negara tetangga,” kata UNHCR.