Fatih Erel
25 April 2018•Update: 25 April 2018
Fatih Erel
JENEWA
Setidaknya 45 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, tewas dalam tiga serangan udara pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi selama empat hari terakhir, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa.
Menurut PBB, serangan udara koalisi yang dipimpin Saudi menewaskan semua penumpang dalam kendaraan sipil yang melakukan perjalanan di distrik Mawza di provinsi Taizz. Sebanyak 21 warga sipil, termasuk lima anak-anak, tewas dalam serangan yang terjadi pada Jumat tersebut.
Pada Minggu, serangan udara terhadap acara pernikahan di distrik Bani Qais di provinsi Haji juga menewaskan sedikitnya 19 warga sipil dan melukai 50 orang lainnya, yang separuh di antaranya adalah anak-anak.
Serangan udara koalisi juga menimpa sebuah rumah sipil, menewaskan lima anggota keluarga -- ayah, ibu, dan tiga anak -- di distrik Midi di provinsi Haji.
"Kami mencatat bahwa anggota Koalisi sedang melakukan penyelidikan setelah serangan terhadap pesta pernikahan, namun mendesak mereka untuk sepenuhnya menyelidiki semua serangan mematikan terakhir secara independen, menyeluruh dan transparan," kata Juru Bicara Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Liz Throssell dalam konferensi pers di PBB di Jenewa pada Selasa.
Menurut PBB, lebih dari 6.300 warga sipil tewas, dan 9.900 orang terluka sejak konflik Yaman meletus pada Maret 2015.
"Jumlah total korban, termasuk pejuang dan kasus yang tidak diverifikasi kemungkinan jauh lebih tinggi," kata Throssell.
Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi.