Hayatı Nupus
28 Januari 2020•Update: 28 Januari 2020
Wasem saif al-din
BEIRUT
Pasukan keamanan Lebanon pada Senin menahan sejumlah demonstran yang berunjuk rasa di depan parlemen, di tengah ketegangan sebelum dimulainya pembahasan anggaran 2020.
Pasukan keamanan menutup seluruh jalan dan pintu masuk menuju parlemen di ibu kota Beirut, tempat rancangan anggaran dilakukan, yang diusulkan oleh pemerintah sebelumnya, akan dibahas dan disetujui.
Demonstran berhasil membobol kawat berduri, setelah bentrok dengan pasukan keamanan di sebelah utara pintu masuk parlemen, berupaya mencegah legislator berpartisipasi dari sesi anggaran.
Pekan lalu, demonstrasi terjadi yang memprotes pemerintahan baru Hassan Diab yang baru dibentuk awal bulan ini.
Palang Merah Lebanon menyebutkan lewat Twitter bahwa 12 orang terluka dan dirujuk ke rumah sakit dalam bentrokan itu, sementara 40 lainnya terkena dampak gas air mata.
Setidaknya 114 orang terluka Senin lalu di Beirut dan 220 lainnya pada Sabtu, setelah bentrokan antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa.
Lebanon menghadapi persoalan pengangguran tinggi, lambatnya pertumbuhan dan menjadi salah satu negara dengan rasio utang tertinggi dunia, dengan beban utang mencapai USD86,2 miliar pada kuartal pertama 2019, menurut Kementerian Keuangan.
* Bassel Ibrahim berkontribusi dari Ankara pada laporan ini